Kepala Departemen UMKM BI, Yunita Resmi Sari mengatakan, UMKM merupakan salah satu pemeran utama dalam perekonomian nasional, baik dilihat dari sumbangan PDB dan dari unit usahanya.

Sebagai pelaku utama di perekonomian nasional, lanjut Sari, seharusnya perbankan melihatnya sebagai suatu tingkat kepentingan yang sama untuk menyalurkan kreditnya.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, di Indonesia pangsa pasar kredit UMKM terahadap PDB hanya sebesar 7,1%, padahal negara China sudah berada di angka 50,5% ke PDB. Sementara Thailand sebesar 36,6% dan Korea Selatan sebesar 35,8%.

Jadi memang kredit UMKM menjadi salah satu motor penggerak di negara berkembang dan menengah ke atas. Sebab itu, BI mendorong agar bank terus gencar menyalurkan kredit ke UMKM.

“Namun kami melihat bahwa bank masih memberikan kredit ke UMKM masih terbatas yakni masih 19,3% pada posisi Maret 2016. Makanya kami mendorong bank agar bisa lebih gencar memberikan kredit ke UMKM,” ujar Sari pada Minggu (22/5/2016).

Sumber : //ekbis.sindonews.com/