Tahukah sahabat Restu sejarah uang yang berlaku sebagai alat tukar di Indonesia?

Mata uang yang selama ini kita kenal dengan nama Rupiah berasal dari bahasa India yang juga berakar dari bahasa Sansekerta yaitu “rupyakam” artinya perak. Bahasa Sansekerta menjadi cikal bakal nama mata uang di Indonesia karena pengaruh budaya kerajaan Hindu-Budha pada masa kejayaannya di Nusantara selama ratusan tahun yang telah terasimilasi dalam budaya dan perbahasaan di Indonesia.

Mata uang mulai digunakan pertama kali pada zaman kerajaan Mataram. Pada abad ke-8, di masa kerajaan Mataram kuno, emas dan perak masih dijadikan sebagai alat tukar. Tahun 1042, pada masa kerajaan Jenggala, alat tukar mulai berkembang menjadi uang kepeng yang berasal dari Cina yang disebut uang Krishnala. Pada tahun 1293 di masa kerajaan Majapahit, Tahil yang berupa koin emas digunakan sebagai alat tukar. Kemudian pada tahun 1300 kerajaan Gowa menggunakan mata uang berbahan campuran timah dan tembaga yang disebut mata uang Jinggara.

Sebelum kita mengenal Rupiah, kita memiliki ORI (Oeang Republik Indonesia) yang berlaku sebagai alat tukar di Indonesia. ORI lahir sebagai alat tukar yang sah pada masa setelah kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu Indonesia belum memiliki mata uang sendiri. Uang-uang peninggalan Hindia Belanda, uang Jepang, mata uang de Javasche Bank, dan uang NICA masih beredar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memicu inflasi dan mengakibatkan kekacauan ekonomi. Pemerintah mengambil langkah strategis untuk menanggulangi hal ini dengan menerbitkan ORI yang mulai digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia mulai 30 Oktober 1946. Bung Hatta dalam pidatonya pada tanggal 29 Oktober 1946 sekitar pukul 20.00, beberapa jam sebelum ORI mulai berlaku, “Dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Uang sendiri itu adalah tanda kemerdekaan negara”. Sejak saat itulah setiap tanggal 30 Oktober diperingati sebagai hari Oeang di Indonesia.

Itulah sekelumit sejarah tentang uang sahabat Restu. Perkembangan uang dewasa ini juga tidak hanya berupa uang kertas dan koin saja, kita mulai familiar dengan electronic money. Sudahkah sahabat Restu menggunakan electronic money juga?